
Tahuna – Festival Seni Budaya Sangihe (FSBS) Tahun 2025 resmi ditutup pada Sabtu (15/11/2025) setelah berlangsung selama sembilan hari, mulai 07 November hingga 15 November 2025. Pada acara penutupan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen, Herry Santoso Slamet, S.H., yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi lokal masyarakat Sangihe. (15 November 2025)

Festival yang digelar setiap tahun ini menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan seni dan budaya daerah. Berbagai kegiatan ditampilkan dalam rangkaian FSBS 2025, mulai dari pagelaran tari tradisional, musik etnik Sangihe, lomba seni, pameran kerajinan lokal, hingga pertunjukan kolaborasi budaya.
Dalam sambutannya, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, komunitas seni, pemerintah daerah, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung kesuksesan acara. Antusiasme tinggi dari masyarakat sepanjang pelaksanaan festival menjadi bukti bahwa budaya Sangihe tetap hidup, dicintai, dan terus berkembang.

Kehadiran perwakilan Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe pada penutupan FSBS 2025 juga menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung kegiatan positif yang memperkuat identitas budaya, mendorong persatuan, serta membangun karakter masyarakat.
Dengan berakhirnya Festival Seni Budaya Sangihe Tahun 2025, diharapkan seluruh kegiatan dan kreativitas yang telah disuguhkan dapat menjadi motivasi untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan kekayaan budaya Sangihe agar tetap menjadi kebanggaan generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Sampai jumpa pada FSBS tahun berikutnya!
Mari terus lestarikan budaya Sangihe sebagai warisan berharga bagi masa depan.



